Sometimes, a useless blog entry and a couple of dirty words are all I need..
Well, yeah. I know you guys are expecting something big and chock full of good news since this is the first time I've written an entry after... say, almost a year? (Dmn.. time flies, eh?) This entry might be big enough, but unfortunately it's chock full of bad news and rough languages that a nice and polite young woman shouldn't use. *sigh* Yes, I'm unstable. (Refer to my current facebook status: "Currently unstable. Watch out for sudden explosions")
Tampaknya sedikit update sudah menjadi sebuah kewajiban. "Nothing much" happened since the last time I wrote a blog entry. Gw udh quit dr tempat kerjaan gw yg di brotherland itu sekitar.. 2-3 bulan setelah entry terakhir muncul. Sempet nganggur for the next 4 months. Wait, no. Gw ga nganggur. Tepatnya gw lagi konsen jadi penari freelance :-" (Yeah, side job rocks.). Dan gw udh dapet tempat kerjaan baru di sudirman (thanks to empi), dan sekarang lagi jalan 2 bulan. Masih termasuk dalam masa nyampah yg artinya gw blm terlalu tenggelam dalam kerjaan dan gw masih bisa meluangkan waktu untuk nyampah di blog gw yg udh berdebu ini. Terus.. kegiatan nari2 masih seperti biasa. Masih aktif di Drama Wayang Swargaloka tiap bulan, masih rajin latian tiap sabtu sore walopun belakangan udh ga krn satu dan beberapa hal, udh sempet menyaksikan gugurnya salah satu temen nari gw (well, gw ga ngeliat langsung how the accident happened, but.. well.. ya gitu d). Udah sempet nyoba jadi VT talent iklan salah satu bank di Indonesia, udh sering berharap spy kerjasama itu berlanjut terus, dan tentunya udh sempet terlibat di dalam suatu event perayaan Cap Go Meh dan bertemu dengan seseorang yang tampaknya jadi sumber masalah gw sekarang.
Love at first sight? Nope. Love at first date? Maybe. Yang jelas gw ga tau gw kesambet apa sampe gw setuju aja waktu dia ngajak relationship and... yah, sudah bisa diduga. Dalam sebuah hubungan, saling percaya aja ga cukup. Sikap, prioritas, dan cara pandang kita berbeda. Dan salahnya, dari awal ga ada penyamaan persepsi. Maka lenyaplah dia bagai uap setelah menyanjung gw sedemikian rupa dan bilang klo gw ga dewasa 2 (dua) hari setelah sanjungan dia yg terakhir, serta tak lupa bersikap tak acuh dan kembali fokus ke kerjaannya yg gila itu seolah nothing happened. Well, mr. "bad boy yg bertanggung jawab", (that's what he said) as a bad boy, u stole my heart. But u broke it. So where is your so-called responsibility, huh? Menghadapi kenyataan ini, 3 huruf yg paling gampang muncul adalah: Why? Kalo kata nyokap gw sih, dari awal dia ngedeketin gw itu murni cuman krn cowo tertarik sama cewe aja. Really...??
Err.. sbenernya bukan DIA sih yg jadi sumber masalah gw sekarang. Sumber masalahnya ada di ketidakstabilan emosi dan kesehatan gw dan doa restu dari otak gw untuk gw mengasihani diri sendiri. Tak lupa orang yg ngajak gw kenalan di stasiun kereta (dan yg nawarin gw nyoba jadi talent VT itu) buntut2nya ngajak gw makan siang bareng. Hahaha.
Di satu sisi, gw bersyukur kalo ada orang yg tertarik sama gw, tp masalahnya, most of the time, orang yg ndeketin itu entah orang yg ga beres ato ga kompeten. Seems like I just can't get what I want. Dan saat gw (seolah) berhasil ngedapetin apa yg gw mau, lagi2 kesempatan itu lepas dr tangan gw. Seolah tadinya dia mau sama gw itu ga tulus, hanya sekedar physical attraction, kaya yg dibilang nyokap gw.
Ada temen nari gw yg pernah bilang, kalo hanya orang yg bener2 pede yg berani deketin gw. Tapi ya itu tadi, yg pede itu kadang kepedean. Ato yg emang bener2 pantas untuk pede, ga punya perasaan yg bisa dibanggakan. Dan perkataan dia yg bilang: "Lo di kantor pasti banyak dideketin orang ya? Pasti ga susah lah nyari cowo yg mau serius ama lo." dan beberapa orang lain yg mengatakan hal yg serupa seolah meledek gw.
When I'm sassy, I prefer to think that I'm too hot for them. But then again, that made me think. Is my physical attraction good or bad? Ngeliat keadaan gw yg kaya gini, kadang gw jadi berpikir bahwa punya wajah cakep itu ga membawa keuntungan. Bahkan, lebih baik bertampang biasa atau ga cakep sekalian tapi punya orang yg bisa sayang sama gw. Bukannya gw ga mensyukuri, tapi gw ngerasa seolah fisik gw bukannya membawa keuntungan tapi kerugian. Dan ngedenger kemungkinan bahwa orang cuman tertarik sama gw hanya karena fisik, gw jadi ngerasa direndahkan. Apa gw ga punya value lain selain fisik gw? Or.. should I say... wadefak? Am I living among dirty-minded incompetent people? (Which is a good explanation for my newest quote: "What? Keep looking your best and eventually a guy will ask you out? Well, you don't know what they're after, anyway.")
And please don't say that it's human for guys to admire beautiful girls. That doesn't give you guys an excuse to play with someone's heart. Flatter her and act nice like you've really loved her. Jeez. If you're not in it for the long run, save that lovey dovey words for your beloved golden retrievers. Demit.
The conclusion is: I'm feeling really insecure right now. Dan buku "He's Just Not That Into You" yg gw beli secara sangat impulsif itu tidak membantu. Gw ga butuh motivasi atau pandangan bahwa dia adalah cowo yg ga bener2 cinta sama gw, and that I should leave him. I just need that emotional bond. Sesuatu yg waktu ketemu dia, gw berharap bakal gw dapatkan tapi ternyata nggak sama sekali. Sementara perasaan gw udh terlanjur mulai masuk dan sekarang ga ada pelampiasannya. Kaya ASI yg seharusnya menyehatkan, kalo ga berhasil dikeluarkan malah jadi penyakit di dalam tubuh. Apa gw harus membusuk sendirian dan menjadi buta? Dan kenapa juga ASI pake dibawa2? --'
Yeah yeah, gw tau I deserve better. Bahwa gw ga seharusnya terus menerus mourning kaya gini. Justru untung kejadiannya sekarang, waktu gw sama dia blm terlalu jauh dan perasaan blm terlalu dalam. Dan masih banyak cowo lain di luar sana yg ngantri untuk dapetin gw. Motivasi yang basi. Well then, just tell those guys that the counter's open, jd ga usah kelamaan ngantri. High-quality guys only tentunya. I set my standards high, dan krn makin banyak kejadian yg menimpa gw, I set them even higher. And I don't think I'm going to let it go lower, even if it's just a bit.
Dengan bermaksud sombong, gw bisa bilang gw high-quality dan I have so much to offer in a relationship, jadi rasanya wajar klo gw juga mencari orang yg sama high-qualitynya dan punya value yg sama, bahkan kalo bisa lebih. Sbenernya gw ga suka menumpuk kekecewaan kaya gini, but it seems like these thoughts are bugging me so much. Ga tau kapan gw bisa bener2 move on dgn kehidupan gw yg biasanya. Tp selagi gw blm bisa move on, tampaknya gw akan terus nyolot. Afterall, I'm crazy, sassy, and hurt. What are you expecting?
Somebody kill my brain please --+
<< Feel sexy