Day 9 - Monday, June 30, 2008
Day 2 in Tunis. Hari ini rencananya mau pentas di luar kota, di Kairouan. Jadi kita diinstruksikan kumpul jam 11 pagi krn perjalanan ke sana masih 3 jam. Dan seperti hari kemarin, kyanya ada miskom lagi di pihak KBRI Tunis. Jadinya kita keleleran ga jelas di lobby hotel, sampe akhirnya kita semua kembali lagi ke kamar, at least buat tiduran. Jam 12, kita diinstruksikan oleh Arif untuk makan siang di restoran hotel. Pas gw dan beberapa wartawan turun ke bawah, ternyata restorannya belom buka. Ternyata ada miskom dari si Arif. Restorannya baru buka jm 1 --'
Anyway, jam 1 kita turun lagi ke restoran dan makan siang, sambil panik dan jengkel. Panik krn katanya perjalanan ke sana masih 3 jam, dan kita blm blocking, dandan, coba panggung, dan segala macem. Jengkel krn rasanya wasting time bgt. Klo emang mau dijemput sore, bilanglah dijemputnya sore. Jadi paling ga kita ga terlantar di lobby atopun tiduran di salah satu kamar, berdesak2an di 1 kasur king size kya ikan pepes. Akhirnya pada sekitar jam 3, bis yang katanya baru dari luar kota itu sampe juga di hotel. Dan tebak aja apa yg kita lakuin di dalem bis: tidur. Again.
Sekitar jam 6, kita sampe di lokasi. Seusai meninjau panggung, backstage, dan rute terbaik serta bagi2 'kavling perang', para penari pun mulai dandan. Awalnya kita dandannya santai krn dikasitaunya, mulai pentas jam 9. Jadi kita ada sekitar 2 jam lebih untuk dandan. Makanya pada santai dan lelet. Sampe pada entah jam berapa, tau2 kita denger suara slide multimedia yg jadi pembuka pentas diputar. Dan kita pun kaget. Tapi masih sempet agak tenang soalnya kita mikir, mungkin itu cuman check sound. Ga lama Ika masuk ke backstage dari arah panggung, udh berpakaian rapi.
"Ika, udh mulai emangnya?"
"Udah. Itu multimedia udh diputer."
Mampus.
Jadilah kita pada buru2 pake kostum dan bersiap di belakang panggung. Salah seorang yg paling panik adalah gw krn gw blm pake kostum sama sekali. Waktu Ika masuk, gw baru pake aksesoris rambut. Sampe gw ga sempet buka2in peniti. Apapun yang terjadi lah. Berdoa aja semoga sempet ganti bajunya. Klo siap, ulangi lagi besok. Klo ga siap, siap2 dapet dampratan dari berbagai macam kalangan.
Tapi untungnya sempet. Anak2 angklung yg berjumlah 4 orang, 1 syekh aceh dan 1 penari bali cukup untuk bantuin para penari yg total berjumlah 7 orang. Dan satu pentas lagi berlangsung dengan sukses. Tapi ya tetep aja masih pada sebel soal miskom yg lagi - lagi terjadi. Pas gw liat jam, kita kelar jam setengah 10. Pdhl harusnya pentas itu makan waktu sekitar sejam. Dan waktu Arif masuk ke backstage, gw tanya:
"Rif, katanya mulai jm 9. Kok tau2 kita pentasnya cuman setengah jam?"
"I have no idea."
Eww.. miskom yg parah --' Satu2nya penyemangat adalah waktu Arif bilang: "C'mon girls, one more to go. Setelah itu kita pulang! Tinggal shopping di Bangkok!" Dan para penari langsung kegirangan. Terutama karena setengah dr para penari yg adalah ibu2 udh mulai ngeliatin foto ato video anaknya. Tanda2 kangen :p
Setelahnya, waktu sampe di bis, Pak Danan yg orang BudPar bilang klo kita mau diajak makan kuskus. Pertama kita semua pada bingung, makanan apalagi nih. Setelah kambing, skr kuskus? Tapi ternyata, bukan kuskus yg dimaksud tapi couscous. Couscous itu asalnya dari gandum yg diolah. Katanya sih bisa bwt diet :p Dan tampaknya gw emang bener2 lagi butuh diet :D Jadi dia bentuknya hampir kaya nasi, tp bulirnya kecil2 dan ga panjang. Mungkin cuman sekitar setengah ato sepersekiannya nasi. Dan rasanya lembut, jadi ga usah dikunyah banget2. Overall enak sih couscousnya. Sayangnya udh keburu kenyang krn sebelumnya udh nyomot salad dan ngabisin lumpia kentang yg ENAK :p Lumpianya disebutnya fatima's fingers. Kata orang budparnya, fatima adalah cewe yg punya jari2 yg bagus dan pinter masak. Lumpia itulah masakan pertamanya dia. But both in Algeria and Tunisia, ada suatu simbol tangan yg banyak bgt dipake, namanya tangan fatima. Kata orang BudParnya, fatima yg dimaksud itu Ibunya nabi Muhammad SAW. Dan simbol itu dipakai "to push away the bad luck and bad looks". Jadi klo ada orang yg ngeliat kita dengan tatapan gimanaa gitu, ya intinya semacam penolak bala lah. Makanya kadang di tengah tangan fatima itu suka dikasih mata. Dan gw ga tau apa fatima yg penolak bala itu sama kya fatima yg tukang masak.
Entah jam berapa, pokoknya sehabis makan, rombongan kembali ke bis setelah menunaikan tugas di dalam toilet. Dan kita pun bersiap2 tidur di bis sebelum bis tiba2 berhenti dan minggir ke sisi jalan. Tau2 orang BudPar yg selama ini menemani masuk ke bis dan bilang:
Budpar: "Somebody's missing."
Arif : "No, I think everyone's here."
Budpar: "No, there must be somebody missing."
Arif : *ngitung dan mikir* "Pak Untung!!"
Dan di saat itulah Mas Iman, salah seorang wartawan bilang: "OIya, tadi itu gw slese dari toilet, dia baru masuk." Dan akhirnya mobil KBRI berhasil menyusul bis, membawa serta Mr Untung di dalamnya. Dan bis bisa melanjutkan perjalanan dgn tenang. Dan Pak Untung beruntung krn ga jadi nyasar sendirian malem2 di kota Kairouan.
Sesampenya di hotel, masih ada masalah pula dengan kunci kamar. Gw ga tau kenapa, apa mungkin karena kuncinya ke-reset otomatis setiap 2 hari ato emang krn kita masuk hotelnya udh terlalu malem, pokoknya kunci kartu magnetiknya ga mau ngebuka. Beberapa orang yg blm teler langsung ngurus ke resepsionis dan mereka bisa tidur dengan tenang. Beberapa orang yg udh teler, spt Mbak Yuli dan Teh Maya cuman bisa terduduk di depan kamarnya sambil nitip kunci kamarnya ke gw untuk dibenerin. Kebetulan waktu itu gw ketemu orang hotel yg bilang klo dia mau coba cek ke kamar gw. Dan setelah dicoba, katanya emang mesti turun ke bawah untuk setting ulang kuncinya. Dia nawarin gw untuk ikut serta, jadinya gw ikut aja ke bawah. Gw dan si orang hotel ke bawah naik lift. Berdua. Dan dia mulai ngajak ngobrol.
Hotel: "So, you're having a party tonight?"
Me : "No. We've just done a show in Kairouan."
Dalam hati gw, mungkin dia heran liat sekian banyak orang baru pulang jam 3 pagi dengan badan lemes dan muka teler. Mungkin dikiranya kita habis mabok kali ye :p
Hotel: "Ow, kairouan is a good city. Where do you come from?"
Me : "Indonesia."
Hotel: "Indonesian girls are beautiful."
Me : *senyum doang* "Thanks."
Thanks a lot klo masih bisa dibilang cakep walopun tampang udh teler, kantong mata udh item, alis udh tinggal setengah, dan rambut agak berantakan krn hairspray. Dan pas saat itu, kita sampe di resepsionis. Setelah dia setting ulang kartunya, kita kembali lagi ke lantai atas, ke depan kamarnya Teh Maya untuk nyoba kartu yg udh di-setting. Tapi entah kenapa, sayangnya kartu itu kembali bermasalah. Akhirnya dia dengan setengah panik turun lagi ke lantai bawah. Kali ini sendirian. Gw udh terlalu teler untuk turun lagi, jadi gw ikutan terdampar di depan kamar 2135 bersama Teh Maya, Mbak Yuli, dan Mbak Ratih. Sekian menit kemudian, dia kembali lagi dan kali ini syukurnya bisa nyala. Rasanya lega bgt terhindar dari kemungkinan tidur di depan kamar dgn berbagai macam peralatan make up dan tas2 serta sebagian kostum yg bertebaran. And the day is finished. Four down, one more to go.
Day 10 - Tuesday, July 1, 2008
Hari ini adalah final performance kita di misi ini. Pentas di teater terbuka di Tunis, ibukota Tunisia. Setelah sightseeing sebentar, kita pun sampe di lokasi dan jujur para penari agak kaget. Pasalnya, lokasi itu ga keliatan kya teater tapi lebih mirip halaman belakang rumah yg lantainya semua batu, bukan rumput. Tapi ya sudahlah. Dengan modal ruangan dandan yg ala kadarnya dan kebesaran hati para penari dan pemusik yg bisa menyesuaikan diri dengan keadaan, pentas yg sama suksesnya berhasil tampil di salah satu teater di Tunisia.
Emang pertunjukan ini kurang nampol sebagai pertunjukan terakhir, tapi ya sudahlah. Jarang2 gw terima tawaran misi dan jarang2 ada misi gede kaya gini. So, we're just happy it's finished. Setelah pentas usai, kita semua langsung pelukan, cipika cipiki dan hura2 serta foto bareng2. Lunas sudah hutang 5 kali pentas yg bayarannya sudah diterima sebelum pergi. Saatnya pulang. Semakin banyak hari yg lewat, semakin gw pingin waktu ga berjalan. They are such a great team and friend. And I know I'm gonna miss them. A lot.
[to be continued]
<< Feel sexy