Thursday, February 14, 2008

Happy Valentine :)

Hari rabu, 13 Februari 2008 pada jam 10:09 malam. Seorang pemudi yang tidak tanggung-tanggung duduk bersila di depan papan kunci dan monitor miliknya, berbusana kaos merah bertuliskan "Diklat Tari Betawi" yang tidak pernah dihadirinya, plus celana pendek yang... entah berwarna apa. Dark bluish-gray.. maybe? :-/

Ya, itu saya.
Wanita muda yang gairah hidupnya jarang bisa tersalurkan ini melewatkan malam harinya di depan komputer kesayangannya seperti biasa. Tentu saja setelah mengerjakan tugas rumah tangga dan kewajiban lainnya, semisal menjemur pakaian dan membersihkan meja makan, seperti biasa. Kali ini kewajiban saya bertambah satu, yaitu membersihkan jepit rambut kakak saya. Pasalnya, ibu saya yang baru pertama kali mencoba memakai henna ini secara "tidak sengaja" menjepit rambutnya dengan jepit rambut kakak saya dan alhasil, warna hitam pada henna ikut meresap ke dalam jepit rambut plastik berwarna biru itu. Tentu saja, kakak saya agak kesal sewaktu melihat jepit rambutnya sebagian berubah warna dengan coretan abstrak yang tidak artistik. Dan karena saya berpredikat sebagai anak yang memiliki kemampuan agak unggul dalam hal bersih membersihkan, ibu saya yang gemar memotong ayam dengan gunting serta rajin memasak kolak ini meminta saya untuk membersihkan jepit rambut itu yang sudah jelas-jelas nodanya berada di luar batas kemampuan saya. Bukan karena saya tidak cukup unggul, tapi karena warna itu sudah MERESAP, bukan MENEMPEL pada jepit rambut tersebut.

Tetapi dengan niat mulia untuk tidak menyakiti hati sang ibunda, saya yang baru 2 minggu lebih sedikit menjadi sarjana ini tetap berusaha. Untuk tahap pertama, saya menuang cairan pembersih berwarna biru bermerk 4 huruf, yang diawali dan diakhiri dengan huruf A. Sikat gigi butut sebagai senjata tambahan pun tak ketinggalan. Setelah sikat sana sikat sini, noda hitam itu tidak juga memudar. Saya pun meraih sebuah kantong berwarna biru dan putih yang berisi cairan berwarna bening. Karena putus asa, jepit rambut malang tadi saya rendam dalam campuran kedua cairan biru dan bening tadi. Mungkin saja, karena henna membutuhkan waktu yang lama untuk meresap, warna hitam tersebut juga membutuhkan waktu yang lama untuk hilang. Secara tidak sengaja, tangan saya menyentuh perpaduan pembersih tersebut yang sialnya meninggalkan bau chlorine yang khas di tangan saya. Ya, cairan kedua tadi adalah pemutih pakaian --' Dan dengan ini saya mohon bantuan doa anda sekalian agar jepit rambut kakak saya bisa kembali normal --'

Jam 11:48 malam
Ibu saya baru saja menanyakan tentang nasib jepit rambut malang itu. Saya pun hanya menjawab singkat: "Lagi direndam" plus beberapa penjelasan mengapa noda tersebut tidak serta merta hilang hanya dengan sikat gigi butut. Ibu saya pun kembali menjahit, mungkin karena tidak berhasil menemukan cara untuk menghilangkan noda henna yang meresap ke dalam jepit rambut plastik tersebut. Entah mengapa, saya merasa itu menjadi sebuah kebiasaan. Kadang kala, saya menemukan diri saya berada dalam posisi yang dituntut untuk dapat membereskan suatu masalah yang tidak saya buat. Kasus di atas adalah salah satu contohnya. Ibu saya tidak harus menuntut saya untuk melakukan suatu hal tertentu. Ibu saya cukup meminta. And hell, do I ever get to say NO? Apparently not. Mengutip perkataan salah seorang penyiar radio ber-nickname Jay: "Hey, I'm her son daughter, I'll do it for her."

Err.. ralat. Do I ever say NO? Jarang :) Kalaupun saya berkata tidak, kejadian yang sering terjadi adalah saya melakukannya juga pada akhirnya. Merasa terbeban? Kadang. Merasa telah berbuat baik? Jarang. Mungkin karena emosi saya yang sedang stabil, atau mungkin juga hati saya yang sudah hampir kebal. Tapi yang jelas, tampaknya ini adalah salah satu hal terbaik yang saya, manusia malas yang tampaknya tidak perhatian terhadap keluarga ini, bisa lakukan untuk orang-orang di rumah saya. Cuek? Maybe. Tidak sayang? Tunggu dulu.

Menurut Muaz (2007), ciri-ciri orang berkasih sayang antara lain adalah lemah lembut, lunak dalam berkata-kata, pemaaf, mengasihi orang lain seperti diri sendiri, bela membela, saling prihatin, dan mengenang budi dan jasa. Dari ketujuh sifat di atas, saya mungkin hanya melakukan dua atau tiga poin terhadap keluarga saya. Memang cukup tragis jika dibandingkan dengan poin terhadap teman-teman saya yang bisa mencapai empat atau lima. Yang jelas, be it family or friends, I don't want anything bad to happen to them. Dan menurut saya, itu juga menjadi poin besar untuk menunjukkan kasih sayang saya terhadap orang-orang di sekitar saya, yang dimanifestasikan dalam bentuk saling prihatin, mengasihi, atau membela orang lain.

Salah kaprah yang sering terjadi adalah banyak orang yang menyalah artikan kasih sayang menjadi cinta. Mungkin dalam kasus ini, bahasa inggris bisa dituding sebagai pemicu kesalahan. Entah bahasa mana yang lebih rumit, yang jelas kasih sayang dan cinta sama-sama diartikan sebagai love. Sama seperti kata ganti orang kedua dalam bahasa inggris semuanya adalah you, tidak seperti bahasa indonesia yang memiliki anda-kamu-lu. Sedangkan kata care maupun affection lebih banyak diartikan sebagai perhatian. Jadilah hari valentine yang kita kenal sekarang lebih identik dengan boneka berbulu halus berbentuk bibir merah muda merekah atau permen dan coklat berbentuk hati bertuliskan: "Be mine".

Hal yang menginspirasi saya menulis paragraf di atas adalah ucapan seorang penyiar radio yang mengatakan bahwa "kita dapat membagikan cinta itu kepada semua orang" dan menurut saya, cinta itu tidak bisa dibagi. Tentu saja, makhluk bersayap yang katanya tampan yang entah anak kecil atau dewasa bernama Eros pun pasti akan lelah kalau harus menembakkan anak panahnya ke setiap orang. Cinta tidak hanya manis, tapi juga erotis, egois, skeptis, kritis, atau bahkan kempis. Tapi apalah artinya kalimat saya barusan, karena, seperti kata seseorang yang blog-nya sudah tewas sehingga membuat saya bingung harus memberi credit ke mana, cinta itu tidak dapat dideskripsikan, hanya dirasakan. Cinta itu bisa saja tinggi, pendek, kurus, gemuk, pipih, bulat, berbau, apa pun itu. Dan yang dapat dibagikan adalah rasa sayang.

Saya memiliki orang-orang yang berada dekat dengan saya, baik fisik maupun hati. Saya sayang mereka semua :) Tapi siapa bilang hanya cinta yang butuh pengorbanan? Sayang juga perlu. Apakah merelakan 4 jari tangan yang kukunya baru semalam dicat berbau chlorine bukan suatu pengorbanan? Atau jauh-jauh pergi kesana kemari hanya untuk memberikan sebuah bingkisan yang mungkin tidak lebih besar dari salah satu kaki (=foot, not leg) anda? Contoh konkritnya bisa anda lihat dan rasakan sendiri. Yang jelas, pengorbanan-pengorbanan "kecil" di atas adalah salah satu bentuk rasa sayang kita terhadap sesama. Dan kalau pengorbanan itu disertai dengan niat yang tulus, akan menimbulkan rasa bahagia dalam hati kita. Seperti yang dikutip dari salah satu film yang ditonton teman saya, ".. being gentle to someone makes you feel very good.."

Yah, memang konteksnya agak sedikit berbeda. Tapi ya sudahlah :)

Hal lain yang penting untuk diketahui adalah bahwa Valentine adalah hari kasih sayang, bukan hari cinta. Karena itu, melewatkan malam yang indah bersama teman atau keluarga bukan sesuatu yang harus dianggap aneh. Hari ini adalah hari yang tepat untuk melihat sekeliling, menyadari bahwa orang-orang yang selama ini terus berada disana, bisa jadi adalah orang yang diam-diam menyayangi kita. Saatnya mengubah atmosfir dunia yang terganggu iklimnya menjadi tempat yang lebih baik. Penuh kasih, penuh damai.

Tentu saja tidak ada salahnya mencari cinta di hari yang katanya romantis ini. Tapi jangan sampai merasa malu karena tidak memiliki pasangan pada tanggal 14 februari ini. Kepada kalian para pencari cinta, (yeah, rite. Look who's talking) selamat memulai perjalanan anda. Semoga anda menemukan orang yang tepat, dan berhasil menikmati manis dan mensyukuri pahitnya cinta pada akhirnya. Kepada kalian para pemilik cinta, semoga langgeng terus sampai hidup dan tubuh baru.

Yang jelas, apapun status anda, minumnya teh botol sosro :p

Selamat hari kasih sayang :)




PS: No chocolates please :D Udh naik 3 kg neh --' Entah gara2 lemak ato angin T_T Udh sekian hari nemplok di perut terus tuh angin ~_~

|