Kurang lebih 57 jam menjelang tahun baru
Gadis berusia 20 tahun itu berjalan cepat menyusuri lorong pertokoan. Tepatnya lorong yang terdiri dari rak - rak barang di sebuah toko berlogo kepala ksatria romawi berwarna merah. Area paling depan, yaitu area buah, sayuran dan daging segar sudah ia telusuri. Dia tidak menemukan apa yang dicarinya. Berikutnya dia melewati lorong counter snack. Di sebelah kirinya kasir, jadi dia hanya menoleh ke kanan, untuk melihat apakah yang dicarinya itu berada di salah satu lorong tersebut. Area berikutnya adalah area minuman yang bersebelahan dengan counter perawatan diri. Kali ini dia menoleh ke kanan dan ke kiri. Celingukan, kalau kata orang.. err.. entah orang mana.
Dia terus berjalan lurus sambil tetap menoleh ke kanan dan ke kiri, sampai akhirnya dia sampai ke rak paling ujung, yaitu counter detergen. Disitu seorang SPG berdiri manis di depan tumpukan detergen dan menyapa gadis itu dengan ramah:
"Selamat sore.. bisa dibantu? Mau cari apa?"
Dan sambil tetap celingukan gadis itu menjawab:
"Nggak.. saya nyari ibu saya..."
Kurang lebih 3 jam menjelang tahun baru
Gadis yang sama sedang berada di dalam mobil hitam berplat B1447CO. Mobil itu melaju kencang menuju sebuah bangunan megah berlogo singa di atas mahkota berwarna biru. Dia terlihat sedang menggosokkan batang pipih berwarna putih ke atas kuku jari - jari tangannya. Tidak lama kemudian, dia dan seorang pria berusia 63 tahun turun di pintu utama. Melihat antrian panjang di dekat sebuah eskalator, mereka berdua pun ikut mengantri. Tidak sampai 5 menit kemudian, tangan kanan mereka dicap sebagai tanda masuk dan dia dipersilahkan naik ke lantai atas. Setelah sampai di tempat acara, mereka segera mencari tempat duduk. Terlihat beberapa orang yang sedang check sound di panggung. Tidak betah menunggu, gadis itu lalu mengeluarkan ponsel hitam yang sudah sering jatuh itu untuk mengirim SMS ke orang - orang yang terdaftar di phonebooknya.
Kegiatan menelusuri phonebook berjalan selama kurang lebih 15-20 menit. Sudah tak terhitung berapa banyak SMS yang sudah dikirimnya. Dan pada akhirnya, kegiatan mengirim SMS itu menghabiskan sekitar Rp 20000 dari total pulsanya, walaupun sudah dibantu dengan SMS gratis untuk sesama indosat. Dia menelusuri setiap nama dalam phonebook ponselnya, mulai dari yang berawalan A sampai karakter. Ketika dia sudah hampir mencapai huruf M, dia baru menyadari bahwa dia melupakan seorang rekannya yang bernama Davina*. Tanpa menunggu lama lagi, SMS template tersebut langsung dilayangkan ke nomor XL sambil meminta maaf dalam hati.
Kurang lebih 10 menit menjelang tahun baru
Dia sudah mulai resah. SMS balasan dari sekian orang yang menerima SMS darinya mulai berdatangan. Setiap 1 menit ponselnya bergetar, membuat dia sedikit kaget sekaligus penasaran dan membuatnya sedikit susah berkonsentrasi terhadap khotbah dari gembala sidang di atas mimbar.
6 menit kemudian, hitungan mundur mulai ditampilkan ke dalam layar besar. Gembala sidang menginstruksikan jemaat untuk melakukan refleksi diri, introspeksi, dan berdoa menjelang tutup tahun 2007. Sambil tetap memandangi angka besar berwarna putih di layar yang menunjukkan angka 27, dia berkomat kamit mengucapkan doa singkat:
"Tuhan, tolonglah supaya skripsiku lancar, aplikasi dan penulisannya bisa berjalan dengan cepat dan benar, sidangnya juga bisa berjalan dengan lancar, dan kami semua bisa lulus dengan nilai yg baik. Tolong juga semua teman - temanku, orang - orang yg aku sayangi, supaya skripsi kami semua berhasil dan bisa diwisuda bareng di JCC."
Amin :)
Kurang lebih 1 menit setelah tahun baru
Ucapan selamat tahun baru diteriakkan. Terompet ditiup. Ritual mengucapkan selamat tahun baru sambil mencium pipi anggota keluarga sudah dijalankannya. Dan mulai saat itu resolusi tahun baru harus sudah dijalankan.
"Tahun ini gw pingin ga bolos kuliah", pikirnya. Memang agak sedikit terlambat, mengingat sisa perkuliahannya yang seharusnya hanya sekitar 3 minggu lagi. Tapi tak apalah. Lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali. Kalau suatu saat nanti dia lupa dengan resolusi tahun barunya itu, tolong ingatkan dia :)
Sekitar 30 menit kemudian, jemaat mulai berhamburan keluar dari ruangan. Tentu saja dengan berbagai macam nada dering ponsel yang memanggil pemiliknya untuk menerima telepon atau membuka SMS. Ponselnya sendiri tidak berdering. Hanya ada beberapa getar - getar cinta di ponsel hitam tua yang sudah lama terbanting - banting itu, sementara dia sendiri mengambil ponsel nokia tipe lama untuk menelepon beberapa orang. Motivasinya sederhana. Tentu saja hanya untuk mengucapkan Selamat Tahun Baru. 2 tahun lalu ada yang meneleponnya. Tahun lalu.. rasanya tidak ada. Jadi untuk memulai kembali ritual telepon - menelepon pada saat tahun baru, giliran dia yang menelepon orang untuk mengucapkan selamat. Semoga tahun depan dia akan jauh lebih ramah terhadap teman - temannya sehingga dia akan menelepon lebih banyak orang :p
Kurang lebih 2 jam setelah tahun baru
Dia baru saja merasa senang. Bahagia atas keputusannya memakan sepertiga buah apel berwarna hijau yang diberikan ibunya. Dia merasa menjadi seseorang yang baru. Menjadi seseorang yang tidak lagi segan untuk memakan buah. Tentunya setelah dikupas atau dipotong.. oleh orang lain :p Ya, dia memang malas.
Dia dan keluarganya baru saja sampai di rumah. Lelah dan mengantuk. Tetapi gadis malang ini masih harus menjemur pakaian untuk disetrika keesokan paginya. Tugas ini dilimpahkan kepadanya setelah kakak perempuannya mengeluh bahwa kakinya sakit setelah lama menyetir dan hasil negosiasinya dengan ibunya bahwa dia diijinkan untuk tidak langsung tidur apabila dia mau menjemur pakaian. Err.. seprai, tepatnya.
Setelah menjemur, seluruh anggota keluarga berkumpul di kamarnya. Dia sedang asyik mengirim SMS untuk salah seorang rekannya. SMS terakhir yang diterimanya berbunyi: ""Happy New Year '08" untuk Tante, Om, dan Santi". Gadis itu segera menyampaikan pesan temannya kepada keluarganya. Sambil tertawa, dia mengetikkan pesan balasan untuk rekannya tersebut.
"Iya makasih katanya. Lain kali diundang kt bokap, haha. Ato klo ga delivery puding d kapan2, hehe. Kt bokap lo lumayan ganteng =))"
Dia menekan tombol OK. Tapi terlintas di pikirannya untuk menambahkan beberapa kalimat lagi.
"Tuh, jd kpn dong? Mei?:p ROTFLMAO.."
Sekali lagi dia menekan tombol OK. Tanpa pikir panjang, dia menekan tombol OK sekali lagi yang menyebabkan SMS tersebut dikirim ke orang yang salah. Dan dia tertawa lagi sambil mengirim SMS itu sekali lagi, kali ini kepada orang yang benar. Tentunya setelah mengucapkan kalimat sakti pertama di tahun 2008: "Aduh, goblok goblok goblok.. salah kiriiimmm..." dan mengetikkan sederetan kalimat di salah satu window chat di messenger-nya.
Gadis:
"huaaaaaaaaaaa
salah kirim sms
maunya kirim ke michelle*
kekirim ke temen sma gw
waduh
--'
gawat gawat"
Rekan chatting:
"emang isinya macam2 ?"
Gadis:
"ada "kt bokap gw lo lumayan ganteng"
=))
=))=))=))"
Rekan chatting:
":))
hands up
salam ama bokap aje
:))
hands up dah"
Kurang lebih 4 jam setelah tahun baru
Dia mulai mengantuk. Dia menduga fungsi otaknya yang dianggapnya menurun karena tidak mampu bekerjasama dengan matanya ini dikarenakan sepotong apel yang dimakannya beberapa jam yang lalu. Dia memang pada intinya malas mengkonsumsi buah. She's just looking for an excuse :p Dia mulai merenung. Memikirkan beberapa SMS yang diterimanya yang berisi kata 'maaf' atas segala kesalahan di tahun lalu. Barulah dia menyadari bahwa dia tergolong agak enggan mengucapkan kata maaf. Ya, dia memang gadis sombong dengan segala kesombongannya. Tampaknya dia harus menambahkan satu resolusi lagi: 'Melatih diri mengucapkan kata maaf'.
Dan sekarang dia sudah lelah. Bantal dan selimut serta teman pria kesayangannya bernama Peter itu serasa sudah memanggilnya untuk tidur bersama. Dan perjuangannya untuk tetap bangun harus berakhir disini. Entry ini pun selesai.
PS: Dia baru menyadari bahwa dia tidak mengucapkan 2 kalimat sakti selama tahun 2007: "Merry Christmas and Happy New Year. GBU all :)"
PS#2: Jika anda menemukan bahwa semakin lama kalimat yang ditulisnya semakin pendek, itu karena dia sudah sangat mengantuk :p
<< Feel sexy