Tahukah anda ada seseorang yang tidak belajar dari pengalaman orang lain? Seorang pemudi yang tidak tanggung-tanggung yang biasa terus belajar dari pengalaman orang lain kecolongan juga pada akhirnya.
Semuanya berawal dari keputusannya untuk mengabdikan (hampir) seluruh hidupnya pada tahun baru hijriah ini untuk nongkrong di mangga dua square. Ya, nongkrong. Duduk manis di stand himpunan mahasiswa jurusannya yang sedang mengadakan expo besar2an di gedung itu. Walaupun dia seharusnya bisa melepas lelah setelah beberapa hari digempur latihan lembut namun menguras tenaga demi kejar tayang acara kemarin, dia lebih memilih untuk meminta tolong temannya, Felicia* dan Michelle*, untuk membangunkannya pada jam setengah delapan pagi. Dia sengaja meminta dua orang untuk membantunya. Orang pertama sebagai sesama kelelawar (bukan kupu-kupu) malam yang seharusnya saling tolong menolong untuk saling membangunkan, dan orang kedua sebagai cadangan karena most of the time, si orang pertama tidak bisa bangun :p
Jam setengah delapan pagi Michelle* berhasil membangunkannya lewat getar - getar cinta yang dikeluarkan ponselnya. Dan setelah kedip2 sebentar dan nyaris tertidur lagi, dia akhirnya memutuskan untuk bangun dan mandi. Felicia* harus puas dengan posisi sebagai juara 2 karena berhasil menelepon pada jam delapan pagi. Setelah mandi, dan tentunya setelah berpakaian dan berdandan, dia memulai perjalanannya menuju stasiun kereta di dekat rumahnya.
Dia berhasil naik ke kereta listrik pada pukul 8.45 pagi. Dan dia mendapat tempat duduk. Sebuah kejadian yang jarang terjadi. Dan tentunya hal ini sangat menyenangkan karena kali ini dia harus menempuh perjalanan selama setengah jam ke stasiun sudirman, tidak seperti perjalanannya ke palmerah yang hanya memakan waktu sepuluh menit. Setelah sampai di stasiun sudirman, dia pun berjalan dengan sepatu berhak setinggi 5cm menuju stasiun busway Dukuh Atas 2. Kejadian yang sedikit memalukan terjadi disini: Dia tidak tahu dari pintu mana dia harus naik. Dia hanya masuk ke sebuah bis yang kosong, bis yang mana semua penumpangnya sudah turun. Tapi ternyata bis yang seharusnya dia naiki adalah bis yang berada di belakangnya. Jadilah dia berpindah ke pintu antrian lain, berselang 1 pintu dari pintu pertama yang dia masuki. Tapi ternyata bukan disitu juga seharusnya dia menunggu. Bis yang datang menunggu di pintu yang tengah, yang menyebabkan dia bersama beberapa orang lain harus berpindah pintu. Cukup memalukan bahwa seorang pemudi berkemeja biru dan bersepatu hak tinggi, ternyata tidak tahu cara mengantri busway.
Sekitar jam setengah sepuluh dia sampai di stasiun matraman. Dari situ dia harus berjalan melalui SWPA yang dalam bahasa indonesianya Area Sky Walk Terbayar atau dalam bahasa inggrisnya Sky Walk Paid Area. Sampai sini dia lalu berpikir bahwa masih terlalu pagi untuk melanjutkan perjalanan ke mangga dua. Alasannya adalah karena mangga dua baru buka jam sepuluh pagi, dan dia tidak mau berganti pekerjaan menjadi tukang pel atau tukang sapu mangga dua di pagi hari yang cukup cerah ini. Dan lagi - lagi Tuhan itu baik kepada anak-Nya yang berniat baik walaupun anak-Nya ini masih berdosa. Tepat pada saat yang dibutuhkan, dia melihat studio foto bernama sebuah gunung di Jepang, tepat di seberang halte busway matraman itu. Dia memang sedang membutuhkan tempat untuk berfoto memakai blazer (bukan blezer spt yg ditulis di petunjuk pengumpulan skripsi --'). Itu juga salah satu alasannya mengapa ia memutuskan memakai kemeja hari ini.
Dan setelah difoto, dia baru teringat akan titipan rekan sesama kelelawarnya itu untuk membangunkannya pada jam sepuluh pagi. Jadi selagi menunggu fotonya dicetak, dia pun melayangnya belasan missed call ke nomor esia dan 1 telepon gagal ke nomor simpatinya. Setelah memutuskan untuk melakukan second attempt to wake the bat up sekitar setengah jam lagi, dia pun mencoba membeli voucher ponsel di studio foto tersebut.
Urusan foto selesai, niatan mengisi pulsa esia gagal, dan pada pukul setengah sebelas dia melanjutkan perjalanannya ke mangga dua. Stasiun busway sudah mulai penuh. Matahari sudah mulai mengeluarkan cahaya berkekuatan penuh. Hawa panas dan debu sudah mulai menghiasi jalanan pada tanggal 1 muharram ini. Salah satu hal menyebalkan yang dialaminya adalah ketika dia naik bus transjakarta, seorang wanita berjaket jeans dan berambut panjang berlaku kasar dengan mendorong - dorong orang lain yang berdesakan masuk. Tidak terkecuali dirinya. Dan ketika wanita itu turun dari bus di stasiun... entah stasiun apa, dia merasa cukup lega walaupun dia masih tidak mendapat tempat duduk.
Ketika bus sudah mulai agak lapang, dia meneruskan usahanya untuk melepas si kelelawar dari kakinya yang menggantung di cabang pohon dan kedua sayapnya yang dilipat menyelimuti badannya. Sekian missed call dilakukan. Sampai pada akhirnya pemudi yang tidak tanggung - tanggung ini harus turun di halte busway Pademangan dan melakukan perjalanan sekitar 100 m untuk sampai di lokasi kejadian. Sesampainya di basement Mangga Dua Square, sekian missed call lagi dilayangkan. Sampai pada suatu saat, pemuda tanggung yang suaranya masih beler karena masih mengantuk ini menjawab teleponnya: "27 miskol... hebat.". Dengan angka 27 itu dia memecahkan rekornya sendiri yang berjumlah 11 missed call. Agak susah memang. Apalagi kalau rekannya yang tewas (bukan pulas) itu seharusnya baru tidur selama sekitar 2 jam. Dan sebagai upaya balas budi, si kelelawar tewas itu membalasnya hanya dengan 1 missed call. Hey, one missed call is never enough. You should get twenty seven of them (Maxudnya harus nonton film one missed call 27 kali :p).
Long story short, acara keseluruhan cukup menyenangkan. Walaupun dia harus gigit jari melihat teman - temannya (seperti Felicia*, Lele, Lia, dan Ika) dengan lincahnya mempertunjukkan kesiapan mereka sebagai orangtua sementara dia hanya bisa kabur. Memang benar kata orang. Big dogs bite. Small dogs bite.. and they won't freakin' let go --" Hal ini terbukti dari gagalnya upaya pertamanya untuk kabur. Dia sudah mulai menyingkir ke samping stand ketika si anak kecil berbaju biru kotak - kotak yang agak mengganggu indera penciumannya itu memanggil: "Ii'... ii'...". Dan pada akhirnya, para mahasiswa dan mahasiswi yang masih memiliki belas kasihan terhadap anak kecillah yang menemani mereka. Yang jelas dia tidak termasuk salah satu dari antara mereka.
Acara panggung juga cukup menyenangkan walaupun pada akhirnya terlihat seperti posyandu. Walau begitu, rasanya menarik anak - anak adalah target pasar yang tepat. Memang bukan mereka yang dibutuhkan.. tetapi orangtuanya :p Acara jajan es krim juga cukup menyenangkan dan menguras kocek. Memang dia adalah wanita impulsif, yang sebagian besar perbuatannya dilakukan bukan karena butuh, tapi karena ingin. Pilihan es krim pertama jatuh pada sundae-nya Ayam Goreng dari sebuah negara bagian di Amerika Serikat dan orange juice (yang lupa dia pesan tanpa es), dan pilihan es krim kedua jatuh pada monas-nya restoran cepat saji berjargon: "All American Food" dan strawberry milkshake yang terlalu creamy. Memang pada saat itu dia berpikir: "Habis dari sini, mau ke BCA ambil ATM" karena walaupun kemarin dia sudah menerima suntikan dana dari kiri dan kanan, semuanya tidak available on hand. Dua orang I Gusti Ngurah Rai sudah tewas di tangan 1 voucher esia seharga 52rb dan seluruh biaya transportasi menuju Mangga Dua. Pejuang yang tersisa hanya seorang Otto Iskandar Dinata dan seorang Sultan Badarudin II. Merekapun tewas di tangan jajanan penambah lemak yang dia konsumsi tadi berkat keimpulsifannya itu, serta 15 menit pijat di mesin pijat. Pemandangan sewaktu dipijat cukup menyenangkan, paling tidak untuk dirinya sendiri. Cukup menyenangkan untuk membuatnya berniat kembali ke Mangga Dua Square esok hari. Doakan semoga dia berhasil :)
Pada jam 7 malam hari, tepat ketika dia sudah ingin pulang dan dia merasa senang setelah mengosongkan dompetnya demi es krim, dia bertemu dengan seorang alumni 3 angkatan di atasnya. Dan entah dia kesambet apa, mendadak dia meminta pertolongan si alumni untuk mengantarnya ke halte busway terdekat. Pada akhirnya, si alumni setuju untuk mengantarnya ke Harmoni. Setelah sampai di mobil, dia baru ingat bahwa dia belum sempat ke ATM, which means, dompetnya kosong. Seolah meniru seseorang, dia pun mencari - cari alasan untuk bisa mampir ke ATM BCA terdekat dengan dalih ingin membayar Chien - Chien acc rpdsharenya yang baru digunakannya beberapa hari yang lalu. Dan lagi - lagi Tuhan masih baik kepadanya. ATM ditemukan, duit berhasil ditarik, dan hutang pun lunas. Dia pulang dengan hati senang. Senang karena tidak sampai berhutang dan berhasil menyadari kesalahannya sebelum terlambat, tidak seperti seseorang yang kalimatnya saya gunakan sebagai kalimat pembuka entry saya kali ini.
Setelah sampai di Ratu Plasa, dia masih harus menempuh perjalanan sejauh sekitar 200 m lagi menuju plasa senayan. Sampai disana dia sempat melihat pertunjukan boneka emas yang dijalankan setiap jam. Cukup memuaskan rasa rindunya terhadap show kecil yang satu itu. Dan alunan musiknya pun membawanya kembali ke masa kecil, dimana dongeng - dongeng negeri antah berantah kerap menggunakan musik sejenis untuk BGM-nya. Tak lupa kejadian waktu plasa senayan pertama kali dibangun. Waktu itu dia masih kecil. Dan keluarganya sengaja datang ke plasa senayan hanya untuk melihat show kecil setiap jam itu. Mereka sampai dengan rela duduk manis di dekat lift sambil mengunyah manisan.. atau permen berbentuk pita yang asam itu.
Sampai di sini dia lalu dijemput untuk makan malam bersama dan pulang. Berakhirlah sudah acara sehari penuh di Mangga Dua Square. Dan dimulailah sesi cerita - cerita, mulai dari yang wajar sampai yang aneh. Mulai dari mengapa dia sempat terhenti lama untuk foto sampai bagaimana salah seorang rekannya masih dengan polosnya tertipu.. mungkin sampai sekarang. Informasi memang suatu hal yang penting. Salah informasi, atau tidak memiliki informasi sama sekali bisa menyebabkan kita terjerumus ke jurang yang dalam. After all, hemat pangkal kaya bukan?
Salah y? :D :p
PS: Bagi yang tahu apa yang saya maksudkan di paragraf terakhir, please keep your mouth shut and your hands tied on your back :D Dunn spoil the fun ;)
<< Feel sexy