Hari ini adalah hari bahagia untuk beberapa rekannya, sebut saja Sylvia, Davina*, Stella, Ria, Revina, dan tentu saja Micel (baca: mi-cel, bukan michelle, bukan michael :D). Tapi tampaknya tidak demikian untuknya. Well, kejadian yang membuka dan menutup perjalanannya hari ini memang tidak begitu menyenangkan.
Semuanya bermula dari kejadian kemarin malam. Suatu kejadian aneh dan melanggar batas peraturan rumah tangga membuat ribut kamarnya pada sekitar jam 11 lewat malam hari. Dan kericuhan yang bervolume cukup kecil tetapi berlangsung cukup lama ini membuatnya harus menjemur pakaian pada jam setengah 12 malam. Efeknya? Terus berlanjut sampai hari ini.
Pagi ini dia sudah merencanakan untuk bangun pada jam 7 pagi. Tentu saja setelah menitipkan jasa weker via esia kepada salah seorang rekannya Felicia (yang lagi2 terkalahkan oleh gempuran Natural Sleep Inducement). Kesalahan pertama yang dibuatnya adalah tidak menitipkan jasa weker kepada salah seorang rekannya yang lain yang lebih rentan terhadap sentuhan sinar matahari, Michelle. Dan akibat tidur kurang dan rasa belagu setelah jalannya menuju S.Kom terbuka lebar, dia pun tersentak bangun pada jam 8 pagi.
Terkejut, dia pun segera melompat bangun dan mengecek keadaan rumah. Kamarnya berantakan, selimutnya bergelimpangan. Tak lupa meja makan di belakang yang masih porak poranda. Celakanya, tidak ada seorang pun di rumah kecuali dirinya. Karena terdesak oleh waktu, dia langsung mengambil baju dari lemari dan melakukan proses henshin selama beberapa ketika untuk melakukan ritual di bawah pancuran selama kurang lebih 20 menit.
Beruntung ada bala bantuan. Seseorang yang tidak pernah ia hibur, namun selalu diperhatikan sampai di rumah. Setelah menyelesaikan ritual pagi dengan men-skip beberapa bagian, dia pun siap berangkat menuju stasiun kereta pada jam 8.45 pagi. Cukup terlambat memang, mengingat kereta biasanya datang pada pukul 8.50. Dan sekali lagi keberuntungan datang menghampirinya. Kereta pun ikut2an datang terlambat jadi pukul 9 dari yang biasanya pukul 8.50. Perjalanan selama 10 menit menghantarkannya sampai ke palmerah dan sesampainya disana, rental motorcycle pun menjadi sasaran. Perjalanan ke kampus syahdan memakan waktu 10 menit dan tepat pada pukul 9.20 sampailah dia di depan ruangan H2C, ruangan sidang ketiga orang rekannya.
Long story short, ketiga rekannya itu lulus dengan nilai Aujubile.. :D :p Congrats to them.. And to the salesman-to-be, good luck :)
Now on to the bad news.
Kejadian tidak mengenakkan atau bahkan bisa dibilang menyebalkan terjadi pada saat dia hampir sampai di stasiun kereta. Salah seorang anggota keluarganya masih terkena imbas yang mendalam atas kejadian kemarin malam, dan akhirnya membuatnya menghibur seseorang yang tidak pernah dihibur namun selalu diperhatikan itu. FYI, dia belum pernah melakukan hal itu sebelumnya.
Selama 20 tahun dia hidup.
Aneh memang. Dan sms singkat yang mengandung kata2: 'jangan nangis lagi' malah membuatnya menangis.
Sedikit --' Memang benar kata orang. Kalahkan kejahatan dengan kebaikan. Karena kadang kebaikan itu lebih membuat orang merasa sakit --'
Kejadian yg buruk untuk memulai hari ini --'
Kesalahannya yang kedua adalah kurangnya komunikasi yang baik. Salah perkiraan dan manajemen waktu yang berantakan karena hujan membuatnya harus menanggung amarah dari seseorang yang tidak dihiburnya, namun selalu diperhatikan tadi. Untungnya berkat taktik yang selama ini meloloskannya dari luapan emosi berkepanjangan yang memberinya predikat anak baik ini, dia berhasil melewati beberapa fase dengan sempurna.
Fase pertama adalah fase ngomel. Fase ini syukurnya dilalui tanpa harus bertatap muka.
Fase kedua adalah fase ngambek. Fase ini dimulai ketika dia sampai di multiplus sampai sekitar pukul 6 lewat.
Fase ketiga adalah fase curhat uring-uringan. Fase ini berlangsung selama sekitar 30-45 menit dan selesai mendekati pukul 7.
Fase keempat adalah fase kalem. Pada fase ini, emosi mulai mereda dan nada bicara mulai melunak. Atau karena tertidur di jalan? Entahlah :p Yang jelas dia sudah mulai berani buka mulut dan becanda.
Fase kelima adalah fase senang. Fase ini terjadi saat orang yang tidak dihiburnya namun selalu diperhatikan itu melupakan kejadian tadi, entah krn emang udh saatnya ato udh capek marah2 :D
Yang jelas hari ini tidak begitu lancar. Tidak selancar ujian pemvis yang merupakan ujian terakhirnya di BiNus University. Soal pilihan ganda sebanyak 10 nomor yang berbobot 40% serta soal kasus yang jawabannya singkat tapi berbobot 60% itulah yang merupakan satu-satunya penghalang jalannya menuju JCC untuk wisuda. Err.. tentunya selain pembayaran uang wisuda yang 300rb lebih itu --' Lucu memang, sales kompor masih ikut ujian.
Anyway, ujian terakhir tadi dikerjakan dalam waktu kurang dari 1 jam, karena sejujurnya dia agak bingung harus jawab apa untuk soal kasus. Masalahnya, dia tidak yakin jawaban sepanjang kurang dari 10 baris yang tidak penuh mampu menyumbang 20 poin untuk total nilai akhir mata kuliah pemvisnya --' Yah, ujian telah selesai. Dan harus diakui bahwa sebenarnya ujian tadi itu gampang, walaupun dengan taraf mahasiswa, bukan taraf sarjani mudi, kalau kata seseorang :-" Doakan semoga perolehan nilainya juga gampang :D
Sebagai kenang-kenangan pada ujian terakhir dari BiNus, look at these :D
Iya, dia memang belagu.
Ujian terakhir selesai sudah, dan semoga tetap menjadi yang terakhir :)
NB: Tenang, bagian belakangnya itu udh dihapus :D Dia ga sebego itu untuk kumpulin mentah2 dgn tulisan begitu :p
<< Feel sexy