Sudah 2 hari saya kuliah di syahdan.
Dan malam ini saya bisa kembali segar setelah mendapatkan a few hours of good sleep karena tadi saya kuliah jam 7 pagi.
Tadi pagi hujan yang pelan namun pasti kembali mengguyur seluruh jakarta... yang menyebabkan saya terlambat 40 menit untuk kuliah kalkulus... mata kuliah yang mana tidak saya perhatikan.
Hari selasa ini tampaknya akan menjadi nightmare bagi saya...
Bagaimana tidak, jam 7 pagi sudah harus berhadapan dengan dosen kalkulus yang menerangkan segala macam jenis grafik mulai dari yang datar2 standar sampai yang berbelok2 asoy.
...
(Yea, I'm in stress)
2 mata kuliah tadi, tepatnya Kalkulus I dan Statprob, sama sekali tidak saya perhatikan. Ga tau... --' Lebih tidak menyenangkan dibanding kuliah aljabar linier ataupun matematika diskrit.
Apalagi karena saya dan my fellow classmates ditempatkan di syahdan.
Kampus jadul (jaman dulu) yang sama sekali tidak bersahabat dengan eskalator dan tidak mengenal lift.
Kampus yang arsitekturnya rada2 jayus dan doyan sekali sama yang namanya asap rokok.
Kampus kecil yang sama sekali tidak compact bentuknya dan pelit tempat parkir.
Dimana2 kalo saya jalan keluar dari kelas, pasti ada yg merokok.
Seperti waktu saya ke toilet cewe, saya seperti ngeliat asap dan mencium sedikit bau rokok.
Masa sih toilet cewe bau rokok gini?
Dan baru saya berpikir gitu, saya bersandar di dinding di depan wastafel, hanya untuk menemukan bahwa cewe yang lagi ngobrol di depan saya lagi ngerokok.
Pantesan --'
Karena tak sanggup menahan kerinduan saya akan kampus anggrek, ...
(sbenernya sih gara2 habis jalan menyusuri jalan syahdan dan beli komik :D)
akhirnya saya ke kampus anggrek.
Hiks.
Betapa saya merindukan kampus itu.
Betapa saya merindukan berjalan sambil setengah melompat2 menghindari genangan air hujan di pelataran.
Betapa saya merindukan berjalan masuk ke arah food court sambil diiringi irama lagu dari B-Voice radio.
Betapa saya merindukan eskalator dan liftnya.
Betapa saya merindukan arsitektur kampus anggrek yang mirip pusat perbelanjaan itu.
Betapa saya merindukan masa2 beristirahat sambil makan bersama teman2 sekelas.
Betapa saya merindukan nama ruangan yang semuanya terdiri dari angka.
Betapa saya merindukan susunan ruangan ganjil di kiri dan genap di kanan.
Betapa saya merindukan ruangan tertutup tanpa asap rokok (kecuali di smoking area tentunya).
Betapa saya merindukan kantin yang per counter (bukan kaya kantin SMU di luar kaya di syahdan).
Betapa saya merindukan ruangannya yang dingin.
Betapa saya merindukan duduk di pojokan kelas sambil bersandar pada dinding (yang tentunya sulit dilakukan di syahdan).
Betapa saya merindukan kaca kecil di pintu yang bisa digunakan untuk melihat ke dalam kelas (untuk mencegah terjadi aib ketika membuka pintu dan ternyata salah kelas).
Betapa saya merindukan balkon - balkonnya.
Betapa saya merindukan ...
... touch screennya yang laknat itu. --+
Touch screen laknat... itu julukan yang diberikan teman2 satu kelas POM (dan sekarang mostly adalah teman sekelas saya juga) waktu PAK sebelum kuliah dulu. (Dulu.... buset... --') Kenapa kita memberikan julukan itu? Karena susah digunakan --'
Memang tinggal sentuh saja tombolnya, tapi apakah kursor berada di posisi yang kita sentuh dan apakah sentuhan kita itu ter-input, itu lain lagi.
--+
Seperti tadi, karena termakan gosip bahwa nilai UAS sudah dirilis (lol~ dirilis...) di student, maka saya dan Amelia ke salah satu touch screen yang di depan admisi. Sadar bahwa antriannya panjang dan touch screen satunya tidak begitu panjang antriannya, kita pindah. Ternyata.. touch screen itu (seperti biasanya) error.
Sebelum pulang, saya tetap penasaran dan karenanya, naik ke lantai 2 untuk mengecek nilai saya di touch screen disitu.
Ternyata... mati.
Saya naik lagi ke lantai 5 untuk mengecek nilai saya.
Ternyata... berfungsi.
Ada beberapa mahasiswa lain yang mengecek nilainya... bahkan ada yang merekam suaranya menggunakan fitur voice recording di handphonenya, supaya dia tidak perlu susah - susah mencatat nilainya.
Ternyata... ketika di-log out dan mau ganti user, touch screen itu error.
--+
Percuma saja saya menunggu.
Begitulah.
Akhirnya, dengan disertai kekesalan dan kekecewaan yang mendalam saya menuju lift untuk pulang.
Setelah sampai rumah, saya kecapekan, jadi saya tidur, sampai jam 7.15 tadi.
Saya terbangun karena ada telepon dari temennya bapak saya.
Dan saya tidak bisa tidur lagi.
Akhirnya saya bangun, menyalakan komputer tersayang sambil berharap2 cemas akan nilai saya.
http://student.binus.ac.id berhasil dibuka.
Login berhasil dilakukan.
Page berhasil loading dengan suksesnya.
Dan berapakah nilai saya?
Ternyata belum diinput.
--+
Menyedihkan.
PS: How do you like my language? >:) Drop a comment pls :D
<< Feel sexy